Salam, semoga bermanfaat. By Udhin Prasetya

Kamis, 03 November 2011

AJARAN IMAM ALI TENTANG ORANG MUKMIN



Imam Ali mengajarkan suatu karakter yang mensinergikan antara sifat-sifat terpuji dan kearifan untuk bersikap dalam kehidupan riil disertai dengan pemahaman dan kesadaran murni tentang tauhid, membentuk formulasi tata sikap hidup yang mencirikan seorang mukmin sejati. Terdapat gaya tarik dan gaya tolak didalamnya. Gaya tarik menuju kepada kebenaran dan gaya tolak sebagai sikap tidak kompromi terhadap yang batil. Wallahu’alam
Siapakah orang mukmin itu ?
Orang mukmin adalah
Orang yang dapat dipercaya oleh manusia dalam harta dan jiwa mereka.
Kuat dalam agama, bergairah dalam memahaminya.
Dalam mengejar tujuan-tujuannya, ia mencapai ketabahan dengan memadu kesabaran dan kebijaksanaan.
Sederhana ketika kaya, menahan diri ketika miskin
Pertanyaannya adalah pelajaran, dialognya merupakan usaha untuk memahami
Pemaaf ketika menang dan dermawan secara layak
Lembut akhlaknya, tawadlu jalannya
Dalam hal yang tidak ia suka ia sabar
Ia bekerja keras untuk membahagiakan orang lain
Cintanya murni, janjinya ditepati
Ketika aibnya dibuka, ia tidak (membalas) membuka aib orang
Ia tidak berlaku aniaya dalam memutuskan hukuman
Ia menolong yang teraniaya
Ia berlaku baik dalam mengatur mata pencahariannya
Ia adil ketika marah, dan membela agama
Dalam persahabatannya ia tulus dan tidak mencampuri urusan orang lain
Ia menghormati hak-hak orang yang tidak hadir
Ia menerima permintaan orang yang bersalah
Ia pemurah tetapi tidak berlebihan
Ia dermawan terhadap kaum miskin.
Ia merupakan harapan setiap yang kesulitan
Jika melihat kebaikan orang, ia menyebutnya
Ia memberi petunjuk kepada orang yang meminta nasihat kepadanya
Ia membantu orang-orang yang telah membantunya
Ia tidak mengoyak tabir dan membuka rahasia (dapat dipercaya)
Ia menjauhi perkataan kotor dan kejahilan
Ia bertanya untuk mengerti dan diam untuk selamat
Ia memadu santun dan ilmu
Ia bergaul dengan manusia untuk menambah pengetahuan
Orang beriman ialah orang yang baik mata pencahariannya
Bagus akhlaknya, baik hatinya
Ia memelihara diri dari berbuat jahat kepada manusia
Ia adil terhadap manusia, termasuk kepada dirinya sendiri
Ia menolong kerabat, ia ayah si yatim
Ia rajin dan tidak kasar terhadap orang yang memiliki kedudukan dibawahnya
Ia mengikuti teladan kepemimpinan yang baik yang dilakukan oleh para pendahulunya
Mampu memberi contoh yang baik bagi orang-orang sesudahnya
Melakukan amal kebajikan bukan karena riya’
Tidak meninggalkan amalan baik karena malu
Tidak bersikap lancang dan tidak mengaku perbuatan baik orang lain yang tidak dilakukannya
Tidak melanggar janji dan tidak menipu
Selalu berbicara benar dan selalu sederhana dalam bersikap
Ia tidak kikir dan tidak terburu-buru
Ia bukan pemberang dan bukan pemaki
Ia bukan pencacat dan bukan pengumpat
Ia tidak lemah, berjiwa kuat dan tegar
Ia menjauhi seseorang bukan lantaran sombong dan mendekatinya bukan lantaran tipu daya
Ia tidak mencampuri urusan yang bukan urusannya
Ia tidak takut menghadapi kekerasan
Ia tidak menyalahgunakan kekayaan
Ia tidak terperangkap dua kali dalam kesulitan yang sama

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Loading...
Loading...